Tampilkan postingan dengan label Komentar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komentar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Aksi dan rencana teror sepanjang 2016

Aksi dan rencana teror sepanjang 2016
Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menggiring satu dari enam terduga kasus teroris saat akan dipindahkan, di Markas Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim, Ampeldento, Malang, Jawa Timur, Minggu (21/2/2016). Enam orang terduga teroris yang disinyalir terlibat bom Thamrin, Jakarta, ditangkap dalam penyergapan di salah satu rumah di kawasan Karangploso - Malang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta (ANTARA News) - Terorisme masih merupakan salah satu ancaman besar di negara ini.  Pada tahun 2016, Polri telah berhasil menggagalkan beberapa rencana teror dan menangkap sejumlah pelaku.

Selain aksi teror, para pelaku teror juga turut menyebarkan paham radikal yang telah berhasil mempengaruhi beberapa pelaku teror baru.

Kerja keras Polri termasuk Densus 88 patut diberi penghargaan karena telah berhasil mencegah terjadinya aksi teror dan menekan terjadinya radikalisasi selama tahun 2016.

Bom ThamrinAwal tahun masyarakat dikejutkan dengan aksi teror di ibu kota pada Kamis (14/1) pagi. Saat itu terjadi enam kali ledakan yang dilanjutkan dengan aksi baku tembak di depan gerai kopi Starbucks dan pos polisi Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Akibat peristiwa tersebut, delapan orang meninggal dunia, yang empat di antaranya adalah pelaku. Dian Joni Kurniadi merupakan pelaku yang meninggal di dekat pos polisi.

Sementara Afif alias Sunakim dan Muhammad Ali merupakan pelaku yang meninggal di depan halaman Starbucks. Sedangkan Ahmad Muhazin adalah pelaku bom bunuh diri yang ditemukan tewas di dalam gerai Starbucks.

Densus 88 bergerak cepat, pada 22 Januari, enam orang diringkus karena diduga mengetahui rencana aksi teror bom Thamrin.

Keenam orang ini ditangkap di beberapa daerah yang berbeda. DS, Cun dan Ju ditangkap di Cirebon (Jawa Barat), AH ditangkap di Indramayu (Jabar) serta AM dan F ditangkap di Tegal (Jawa Tengah).

Polisi menengarai keenam orang tersebut mengetahui rencana aksi pemboman tapi tidak turut serta. Dari penggeledahan di rumah tinggal keenam orang tersebut ditemukan bahan peledak yang komposisinya sama dengan bom Thamrin.

Perburuan kelompok teroris berlanjut pada 11 Februari, tim Densus bersama Polda Jabar menangkap dua teroris berinisial I dan H di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

I merupakan buronan dalam kasus pelatihan militer di Aceh. I juga diketahui bergabung dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Abu Roban.

I dan H diketahui telah menyembunyikan buronan kasus terorisme, Khumaidi alias Hamzah. Khumaidi sendiri diketahui satu kelompok dengan pelaku bom Thamrin yakni mendiang Dian Joni Kurniadi.

Masih terkait dengan bom Thamrin polisi kembali menangkap sejumlah orang yang diduga terkait langsung.

Pada 20 Februari, ditangkap lima teroris di Malang, Jawa Timur yakni Achmad Ridho Wijaya, Rudi Hadianto, Badrodin, Romli dan Handoko.

Pada 1 Maret, ditangkap dua teroris yakni S alias DA dan KW di area makam Eyang Setuhu di Dusun Keramat, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Sehari sebelumnya Densus juga menangkap dua orang yakni PJ alias RB dan PKK alias LT di Kroya, Cilacap, Jateng.

Diketahui bahwa S alias DA dan KW sempat mengadakan pertemuan dengan salah satu pelaku bom Thamrin di Malang, Jatim, sekitar sebulan sebelum peristiwa bom Thamrin terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, sebagian dari lima teroris yang ditangkap di Malang pada 20 Februari juga hadir. Dalam pertemuan itu dibahas rencana melakukan fai terhadap supermarket, WNA dan serangan terhadap polisi.

Penggagalan rencana teror Surabaya

Aksi teror yang kembali direncanakan oleh para teroris terdeteksi oleh Polri sehingga pada 8 Juni, Densus 88 dibantu Polda Jatim menangkap tiga teroris berinisial PHP, JR dan FN.

PHP atau bernama lengkap Priyo Hadi Utomo ditangkap di Kenjeran, Surabaya. Ia merupakan residivis kasus narkoba. Ia dipenjara di LP Porong dan dibebaskan pada April 2014. Selama di Lapas Porong, Priyo sering terlihat bersama Maulana Yusuf Wibisono dan Shibgotuloh.

"Priyo sering terpantau bersama Maulana Yusuf dan Shibgotuloh," kata Kadivhumas Polri Irjen Polisi Boy Rafli Amar.

Shibgotuloh merupakan mantan napi kasus terorisme yang terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumut. Sementara Maulana Yusuf Wibisono alias Kholis merupakan mantan anggota Jamaah Islamiyah jaringan Abu Dujana.

Priyo berperan sebagai pemimpin kelompok tersebut.

Selanjutnya ada Befri Rahmawan alias Azis alias Ibnu ditangkap di Jalan Kalianak, Surabaya. Befri diketahui merupakan buronan Polres Malang karena terlibat kasus pengeroyokan dan KDRT. Befri berperan mengatur hari pelaksanaan rencana aksi, menyediakan bahan-bahan peledak dan calon eksekutor.

Sementara Feri Novandi alias Abu Fahri alias Koceng ditangkap di rumahnya yang berada di Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Feri berperan sebagai pembuat rangkaian elektronik menggunakan sensor cahaya.

Terakhir yaitu Sali alias Abah, berperan membuat bahan peledak dan ikut mengakomodasi tempat pembuatan bahan peledak.

Keempatnya diketahui hendak merencanakan aksi teror bom dengan target beberapa pos polisi di Surabaya.

"Mereka ingin menyerang negara melalui Kepolisian karena polisi dianggap melakukan kegiatan pemberantasan teror," kata Irjen Boy.

Boy merinci empat lokasi yang menjadi target aksi teror bom kelompok ini adalah Polres Tanjung Perak Surabaya, Pos Polisi Jalan Darmo, Pos Polisi Jalan Basuki Rahmat dan Pos Polisi Taman Bungkul.

Bom Mapolresta Surakarta

Satu hari sebelum perayaan Idul Fitri, tepatnya pada Selasa (5/7), terjadi serangan bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah.

Pelaku bernama Nur Rohman tewas dalam peristiwa tersebut. Atas peristiwa tersebut, seorang polisi Brigadir Bambang Adi Cahyono mengalami luka di wajahnya.

Dari catatan Kepolisian, Nur diketahui merupakan buronan kasus teror di Bekasi pada Desember 2015. Polisi berhasil menangkap tujuh orang termasuk Abu Musab alias Arif Hidayatullah di Bekasi, Jabar pada 23 Desember 2015. Namun, Nur Rohman melarikan diri dan akhirnya melakukan peledakan di Mapolresta Surakarta.

Kelompok Bekasi pimpinan Abu Musab dan Nur Rohman ini diduga bagian dari kelompok Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN), sama seperti para pelaku bom Thamrin.

Densus terus bergerak mencari jaringan Nur Rohman hingga akhirnya pada akhir Juli 2016, Tim Densus menangkap tiga tersangka H, Har dan AH. Setelah diperiksa selama tujuh hari, ketiganya terbukti terkait secara langsung dengan pelaku bom bunuh diri di depan Mapolresta Surakarta, Nur Rohman.

Dari hasil pemeriksaan, Har alias Glondor mengakui bahwa dia diperintah H agar mencari kontrakan untuk Nur Rohman.

Har juga mengaku bahwa ia telah menghubungkan Nur Rohman dengan Abu Musab di Bekasi serta membiayai Nur Rohman berangkat ke Bekasi.

Sementara tersangka AH mengatakan bahwa pada Desember 2015, Nur Rohman menemui dirinya dan mengatakan bahwa Nur Rohman sedang diburu polisi sehingga minta disembunyikan dan dicarikan pekerjaan.

Sementara tiga orang lainnya yang ditangkap yakni C, Wi dan Zu hanya dijadikan saksi dan dibebaskan karena tidak mengetahui identitas asli dan sepak terjang Nur Rohman.

"Ketiganya tidak mengetahui nama asli Nur Rohman. Baik C, Wi dan Zu mengenal Nur Rohman dengan nama samaran Bayu. Bayu diperkenalkan kepada ketiganya oleh tersangka AH," kata Kadivhumas.

Saat itu,AH minta tolong kepada C agar mencarikan pekerjaan untuk saudaranya bernama Bayu. Kemudian C menemui Wi agar Wi bisa menerima Bayu bekerja di usaha pembuatan paving block serta di kandang ayam yang dikelola istri Wi, Zu.

Dari keterangan Zu, terkuak bahwa Bayu pernah bekerja di kandang ayam miliknya sejak Maret 2016.

"Zu melihat Bayu terakhir kali pada 4 Juli," katanya.

Rencana aksi teror Batam
Gigih Rahmad Dewa (GRD) bersama empat orang kelompok KGR pada Jumat ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Batam.

Pada Jumat (5/8), Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap lima teroris yang tergabung dalam kelompok Kitabah Gonggong Rebus (KGR) di Batam, Kepulauan Riau.

Kelimanya ditangkap di beberapa lokasi yang berlainan. GRD (31), Tar (21) dan ES (35) ditangkap di kawasan Batam Center, TS (46) ditangkap di Nagoya dan HGY (20) ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

Kelompok ini diduga pernah merencanakan serangan teror dengan target serangan di Marina Bay, Singapura.

"Mereka (pernah) berencana akan menyerang menggunakan roket dari Batam ke Singapura".

Serangan tersebut rencananya akan dilakukan GRD bekerja sama dengan petempur ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim.

"Kemungkinan rencana tersebut pas sebelum BN (Bahrun Naim) pergi ke Suriah," katanya.

Kelompok tersebut diduga juga mendapatkan pelatihan cara membuat bom dari Bahrun melalui percakapan di jejaring sosial, Facebook.

Kelompok ini diduga memiliki hubungan dengan pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur Rohman.

Selain itu, GRD juga diketahui merencanakan sejumlah aksi bom bunuh diri dengan menargetkan tempat keramaian dan kantor polisi.

Aksi teror gereja
Aksi teror juga terjadi di gereja. Pada Minggu, 28 Agustus 2016, pelaku berinisial IAH mencoba membunuh pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara.

Awalnya, IAH berpura-pura menjadi jemaat dan masuk mengikuti kebaktian di gereja tersebut. Ketika Pastor Albert S. Pandiangan akan memberikan khotbah, pelaku mengejarnya hingga ke mimbar gereja sambil membawa tas berisi bom rakitan dan sebilah pisau.

IAH berupaya melukai pastor dengan pisau yang dibawanya tapi hanya melukai tangan pastor. Sementara tas yang berisi bom gagal meledak dan hanya mengeluarkan api dan asap.

Setelah ditangkap, IAH mengaku bahwa dirinya disuruh seseorang untuk melakukan aksi teror di gereja tersebut.

Dua bulan kemudian juga terjadi teror di gereja. Kali ini gereja di Samarinda yang menjadi target.

Pada Minggu (13/11), terjadi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo Nomor 32 RT 03 Kelurahan Sengkotek Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur.

Peristiwa pelemparan bom molotov itu terjadi usai jemaat gereja melaksanakan misa, sekitar pukul10.00 WITA yang diarahkan pelaku ke parkiran kendaraan Gereja Oikumene.

Akibat kejadian tersebut, empat anak balita mengalami luka serius, bahkan seorang korban di antaranya bernama Intan Olivia Marbun yang berumur 2,5 tahun meninggal dunia.

Atas aksi teror ini, polisi menetapkan tujuh tersangka, termasuk pelaku pelemparan bom, Juhanda alias Joh alias Muhammad bin Aceng Kurnia. Enam tersangka lainnya Supriadi, GA (16), RP (17), Ahmadani, Rahmad dan Joko Sugito.

Juhanda diketahui pernah menjalani hukuman penjara selama lebih dari tiga tahun sejak Mei 2011 atas kasus teror bom Puspitek, Serpong, Tangsel, Banten. Kemudian Juhanda dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 juli 2014.

"Kemudian pelaku pindah ke Samarinda dan bekerja sebagai buruh di sana," kata Boy.

Tak hanya terlibat kasus teror bom di Serpong, Juhanda alias Joh juga diduga terkait dengan kasus bom buku di Jakarta pada 2011 yang tergabung dalam kelompok Pepy Fernando.

"Ini jaringan lama. Sekarang dia bergabung dengan JAD (Jamaah Anshar Daulah) Kaltim," ujarnya.

Sementara Joko adalah pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) cabang Samarinda, Kaltim dan pernah menjadi santri di pondok pesantren milik Aman Abdurrahman, pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Mengancam objek vital negara

Pada Rabu (23/11), polisi menangkap seorang terduga teroris di Majalengka, Jawa Barat, Rabu, yang disinyalir merupakan jaringan Bahrun Naim.

"Pada Rabu 23 November 2016 sekitar pukul09.00 WIB telah dilakukan penangkapan pelaku terorisme bernama Rio Priatna Wibawa," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Ia adalah Rio Priatna Wibawa, pria kelahiran Majalengka, 27 Desember 1992 itu diketahui belum menikah dan belum bekerja. Rio ditangkap di rumahnya di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.

Kadivhumas mengatakan sejumlah barang bukti yang disita di rumah Rio adalah bahan HMTD, anfo, blackpowder, RDX, TNT,asam nitrat, asam sulfat, air raksa, pupuk urea, gelas kimia dan paku gotri.

Bahan peledak yang ditemukan di rumah Rio rencananya akan diledakkan di berbagai lokasi yang merupakan objek vital negara seperti Gedung DPR/MPR, Mabes Polri, Mako Brimob, stasiun televisi berita, tempat ibadah dan beberapa kantor Kedutaan Besar pada akhir 2016.

Rio membuat bahan-bahan peledak tersebut di laboratorium rumahnya atas pesanan dari sejumlah daerah yakni dari Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.

"Namun, sebelum bahan tersebut jadi bom dan diedarkan, si pembuat (RPW) sudah keburu ditangkap Densus," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto.

Para pemesan tersebut merupakan orang-orang dalam jaringan kelompok Bahrun Naim.

Rio yang pernah kuliah di fakultas pertanian di sebuah universitas di Majalengka ini diketahui menyukai mata pelajaran kimia semenjak di bangku SMP.

Kemudian ia pun direkrut oleh kelompok radikal jaringan Bahrun karena mereka tertarik dengan keahliannya dalam membuat senyawa kimia.

"Direkrut sekitar tiga tahun lalu," ungkapnya.

Rio kemudian teradikalisasi setelah membaca sejumlah artikel dan buku-buku milik Aman Abdurrahman, pemimpin Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang kini dipenjara di Lapas Nusakambangan Cilacap.

Meski belum pernah bertemu langsung dengan Bahrun Naim, Bahrun secara langsung memerintahkan Rio membuat bom untuk kebutuhan aksi bom bunuh diri.

Rio kemudian mempelajari cara membuat bom dari internet dan panduan dari Bahrun yang disampaikannya melalui akun jejaring sosial Facebook.

Kemudian pada Sabtu (26/11), Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Bahrain Agam di Desa Blang Tarakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Pada Minggu (27/12), tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali membekuk seorang terduga teroris bernama Hendra alias Abu Pase di Jalan Ismaya Raya, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Brigjen Rikwanto, Hendra yang merupakan warga Aceh ini diketahui sebagai pemberi dana operasional dan membuat bahan peledak.

Sementara di tempat yang berbeda, tim Densus menangkap terduga teroris lainnya bernama Saiful Bahri alias Abu Syifa di Desa Baros, Serang, Banten.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui Bahrain berperan merancang bom, ikut membeli bahan-bahan peledak dan memberikan dana Rp7 juta untuk keperluan aksi terorisme.

Sementara Saiful berperan membantu Rio membangun laboratorium di rumah Rio yang digunakan untuk membuat bom serta turut merencanakan aksi pengeboman di beberapa objek vital.

Keempatnya merupakan jaringan sel JAD yang berbaiat kepada ISIS, dalam hal ini dipimpin petempur ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim.

Rencana bom Istana 

Pada Sabtu (10/12), Densus 88 menangkap tiga terduga teroris, MNS dan AS (laki-laki) serta DYN (perempuan). MNS dan AS ditangkap di jalan layang Kalimalang, Bekasi.

Sementara DYN ditangkap di rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat.

Polisi menemukan barang bukti berupa bom rakitan berbentuk penanak nasi elektronik (rice cooker) di kamar 104 kontrakan tiga lantai itu.

Tim Gegana Polda Metro Jaya meledakkan satu bom aktif yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (10/12) malam.

Sedangkan terduga teroris selanjutnya, Suyanto alias Abu Izzah ditangkap di daerah Sabrang Kulon Matesih, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.

M. Nur Solikhin alias MNS (26 tahun) berperan sebagai pimpinan jaringan ini. Ia juga merekrut langsung DYN, AS, Suyanto, dan KF serta menerima transfer dana dari Bahrun Naim.

Agus Supriyadi (AS) alias Agus bin Panut Harjo Sudarmo (36) berperan menyewa mobil rental untuk mengantar bom ke Bekasi. Diketahui, AS bersama MNS menerima bom dari Suyanto di Karanganyar dan mengantarkannya ke Bekasi.

Dian Yulia Novi (DYN) alias Ayatul Nissa Binti Asnawi (27), merupakan istri kedua MNS. Ia diproyeksikan sebagai calon "pengantin" aksi bom bunuh diri di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Minggu (11/12) pagi.

Rencananya aksi tersebut menargetkan momen pergantian petugas jaga paspampres di Istana.

Kemudian Suyanto (40) alias Abu Iza alias Abu Daroini Bin Harjo Suwito ditangkap didaerah Sabrang Kulon Matesih, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (10/12) malam.

Suyanto yang bekerja sebagai petani ini menyediakan rumahnya untuk menjadi tempat untuk merakit bom, dirinya juga mengantar bom tersebut dari rumahnya ke pom bensin dekat waduk di Karanganyar untuk diserahkan ke MNS dan AS.

Selanjutnya pada Minggu (11/12), tim Densus 88 kembali menangkap tiga terduga teroris jaringan MNS.

Ketiganya ditangkap di tiga daerah berbeda, yakni terduga teroris berinisial KF (22) ditangkap di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur; APM (25) ditangkap di Solo, Jawa Tengah dan WP (24 tahun) ditangkap di Klaten, Jawa Tengah.

Khafid Fatoni (KF) alias Toni bin Rifai yang merupakan mahasiswa, berperan membuat bahan peledak TATP di rumahnya di Ngawi berdasarkan panduan dari Bahrun Naim yang diberikan melalui internet dan merakit bom bersama MNS di rumah Suyanto.

"KF sering berkomunikasi dengan Bahrun Naim," ujarnya.

Arinda Putri Maharani (APM) alias Arinda Binti Winarso (25) merupakan istri pertama MNS, perannya mengetahui rencana pembuatan bom dan menerima dana untuk membuat bom.

Wawan Prasetyawan (WP) alias Abu Umar Bin Sakiman (24) bekerja sebagai buruh bangunan. WP berperan menyimpan bahan peledak atas perintah MNS.

Aksi teror Solo
"Dari hasil pengembangan penangkapan Wawan Prasetyawan,ditangkap tiga orang terduga teroris lainnya," paparnya.

Polri menangkap tiga orang yakni Imam Syafii (33) yang terindikasi sebagai pelaku teror bom molotov di toko Alfamart, Solo pada 5 November dan teror di Candi Resto, Solo Baru pada 3 Desember 2016.

Selanjutnya Sumarno (44) ditangkap di Klaten. Kemudian terduga teroris yang ditangkap selanjutnya, Sunarto (30) dari Karanganyar, Jawa Tengah diduga terlibat sebagai pelaku teror di Candi Resto, Solo Baru.

Selanjutnya Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polres Tasikmalaya menangkap terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA.

"TS alias UA ditangkap pada Kamis 15 Desember 2016, sekitar pukul 04.30 WIB di rumah kontrakan Jalan Padasuka, Babakan Jawa RT 03 RW 10 Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya," tuturnya.

TS yang merupakan ibu rumah tangga ini diduga terlibat memberikan motivasi kepada terduga teroris lainnya, DYN untuk "berjihad".

Selain itu, TS juga memiliki andil mempertemukan DYN dengan MNS.

Di hari yang sama, Densus menangkap teroris Ika Puspitasari (IP), warga Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kabupaten Purworejo.

Ika ditangkap di musola Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo saat sedang ikut mempersiapkan kegiatan Maulid Nabi SAW.

Selanjutnya, pada Minggu (18/12), polisi juga menangkap tersangka teroris Tri Setiyoko (TS), warga Kampung Sewu RT 01 RW 07 Kecamatan Jebres Solo.

Tri Setiyoko diduga memiliki hubungan dengan aksi pelemparan bom molotov di Serengan Solo dan Grogol Sukoharjo.

Polisi juga menangkap terduga teroris lainnya, Yasir (Ysr) warga Jalan Progo RT 04 RW 02 Semanggi, Solo.

"Perannya, TS dan Ysr diduga sebagai peracik, pembuat bom yang akan diledakkan di Pulau Bali, dimana IP diproyeksikan sebagai pengantinnya," katanya.

Penangkapan serentak

Pada Rabu (21/12), tim Densus 88 berupaya menangkap empat orang terduga teroris di wilayah Tangerang Selatan, namun tiga orang di antaranya tewas ketika digerebek tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di kontrakan mereka.

Rikwanto merinci, awalnya tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris bernama Adam di Jalan Raya Serpong. Kemudian tim berupaya mengamankan tiga rekan Adam yang masih berada di kontrakan di Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Rikwanto mengatakan ada perlawanan dari ketiga terduga teroris yang diketahui bernama Omen, Helmi, dan Irwan saat Densus berupaya mengamankan mereka.

"(Pelaku) sudah diminta untuk menyerah, tapi ada perlawanan dari tiga pelaku dengan melempar bom kepada aparat," ungkapnya.

Setelah pelaku melempar bom, terjadi kontak tembak antara pelaku dan Densus. Namun, akhirnya Densus berhasil melumpuhkan para pelaku.

"Setelah aparat Densus dilempar bom, Densus berusaha menembak pelaku. Akhirnya ketiga pelaku meninggal dunia," ucapnya.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa keempatnya berencana melakukan aksi teror di pos polisi.

"Mereka punya rencana menyerang pos polisi dengan lebih dulu melakukan penusukan pada anggota (polisi) yang tengah bertugas dengan tujuan menarik perhatian masyarakat, setelah masyarakat berkumpul, baru pelaku datang bawa bom untuk diledakkan," tuturnya.

Lebih lanjut, Rikwanto menjelaskan rencana teror bom bunuh diri tersebut akan dilakukan dengan melakukan penyerangan di Pos Polisi perempatan Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan. Sasarannya yakni polisi yang tengah berjaga di lokasi tersebut.

Di hari yang sama berlokasi di Kabupaten Payakumbuh, Sumatera Barat, Densus 88 menangkap terduga teroris atas nama Jhon Tanamal alias Hamzah (H). Ia diduga terkait dengan kelompok teroris jaringan Solo yang dipimpin Abu Zaid.

Hamzah ditangkap di rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 69 Rt. 004 Rw. 001 Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat.

"H ini perannya membeli bahan-bahan yang diperlukan oleh Abu Zaid untuk membuat bahan peledak dan bom. Selain itu H juga menjadi sumber pendanaan pembuatan bahan peledak dan bom oleh kelompok tersebut. H dan Abu Zaid juga melakukan percobaan pembuatan bahan peledak dan bom," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul.

Sementara di Deli Serdang, Sumatera Utara, Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris atas nama Safei Lubis alias S.

S ditangkap karena terlibat dengan kelompok radikal Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa.

S berperan merekrut anggota KGR dan memfasilitasi keberangkatan orang ke Suriah.

Masih di hari yang sama, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris bernama Abisya alias Ha di rumahnya di Sagulung Bahagia Blok N/3 Rt. 003 Rw. 008 Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Abisya (28 tahun) ditangkap diduga terkait dengan terduga teroris Safei Lubis alias S yang telah ditangkap sebelumnya di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Keduanya diduga tergabung dalam kelompok KGR.

Peran Abisya yakni memfasilitasi dua WNA Cina etnis Uighur bernama Ali alias Faris Kusuma alias Nu Mehmet Abdulah Cuma dan Doni Sanjaya alias Muhamad alias Halide Tuerxun yang termasuk dalam jaringan teroris the East Turkestan Islamic Movement masuk ke Indonesia secara ilegal dan menyembunyikan keberadaannya selama di Batam.

Selain itu, Abisya juga ikut serta dalam mengelola Rafiqa Travel milik istri Bahrun Naim, Rafiqa Hanum.

Abisya juga berperan sebagai perekrut orang untuk berangkat ke Suriah.

"Dia juga mengikuti baiat pada ISIS bersama-sama dengan anggota kelompok KGR pada Agustus 2015 di Sungai Ladi, Batam," ujarnya.

Abisya dan tiga terduga teroris yang telah ditangkap pada hari tersebut langsung dibawa ke Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa dari sejumlah penangkapan terhadap teroris, sebagian besar merupakan anggota JAD.

"JAD ini pimpinan lokalnya Aman Abdurrahman. Lalu di ISIS-nya ada Bahrun Naim, Bahrun Syah. Aman memiliki banyak sel," kata Kapolri.

Sel-sel tersebut ditengarai ada yang bekerja sendiri, ada yang berkelompok.

"Yang agak rawan yang lone wolf (bekerja sendiri). Mereka belajar otodidak dari internet, teradikalisasi sendiri dan beroperasi sendiri," katanya.

Pihaknya pun berjanji tidak akan berhenti memberantas jaringan teroris hingga ke akar-akarnya sehingga Indonesia aman dari teror kelompok teroris.

Masyarakat bisa sedikit lega karena puluhan pelaku teror telah berhasil diamankan oleh Polri sepanjang 2016, namun ancaman terorisme tidak akan begitu mudahnya berakhir. Pemerintah diminta untuk memaksimalkan peran Polri, TNI, dan intelijen untuk mencegah terjadinya aksi-aksi teror selanjutnya.

Pemerintah juga diminta untuk terus melakukan pendidikan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran dari paham radikal.

Yang terpenting, masyarakat harus tetap waspada dengan lingkungannya, terutama dengan orang asing yang bertingkah mencurigakan.

Pengawasan masyarakat adalah hal terpenting dalam mencegah terorisme karena aparat keamanan tidak akan mampu untuk mengawasi seluruh pelosok negeri ini.

Dengan kewaspadaan dan kerja sama yang baik antara masyarakat, aparat keamanan dan pemerintah maka segala bentuk ancaman teror dapat dicegah untuk terjadi lagi di bumi pertiwi ini.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sabtu, 24 Desember 2016

Natal 2016, antara pengamanan ketat dan toleransi

Natal 2016, antara pengamanan ketat dan toleransi
Misa Malam Natal Jakarta Umat Kristiani menyalakan lilin ketika mengikuti misa malam Natal di Gereja Immanuel, Jakarta, Sabtu (24/12/2016). Perayaan Natal yang diikuti umat Kristiani itu mengangkat tema Memberdayakan sumber daya insani demi mensejahterakan persekutuan, pelayanan dan kesaksian (Yesaya 42: 6 & 7). (ANTARA /Wahyu Putro A) ()
Jakarta (ANTARA News) - Perayaan misa malam Natal 24 Desember 2016 di Jakarta dan sejumlah kota di seluruh Indonesia berlangsung aman, hikmat, tercermin dari antusias umat Kristiani sejak Sabtu sore hingga malam hari silih berganti mendatangi gereja untuk melaksanakan kebaktian.

Seakan sudah menjadi standar pada setiap perayaan Natal, pengamanan diperketat di sejumlah lokasi untuk memastikan ibadah misa dapat berlangsung lancar dan aman.

Pantauan Antara di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, sebanyak 116 petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk menjaga prosesi misa malam Natal (Sabtu, 24/12) hingga hari Natal 25 Desember 2016.

Kegiatan misal malam Natal mulai pukul 17.00 WIB, pukul 19.30 WIB dan pukul 22.00 WIB, sedangkan hari natal Minggu (25/12) ibadah digelar pukul 06.00 WIB, pukul 07.30 WIB, pukul 09.00 WIB, pukul 11.00 WIB dan pukul 18.00 WIB.

Hingga berakhirnya misa, petugas keamanan terus memantau dan mengawasi kegiatan di sekitar Gereja Katedral guna mengantisipasi aksi mencurigakan termasuk menyiapkan alat pendeteksi logam (metal detector) untuk memeriksa setiap barang bawaan pengunjung gereja.

Sejak sore hari, para jemaat antusias mendatangi Gereja Katolik yang diresmikan pada 21 April 1901 itu bahkan memenuhi lokasi ibadah hingga di tenda-tenda bagian halaman samping dan depan gereja.

Pelaksanaan malam Natal yang aman juga terlihat di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Rawamangun di Jakarta Timur.

Tenda-tenda dan kursi sudah disiapkan dan memenuhi halaman gereja dengan kapasitas luar ruangan dapat menampung sekitar 1.300 jemaat. Diperkirakan sebanyak 10.000 jemaat akan mengikuti kebaktian malam Natal tersebut.

Kebaktian dilakukan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Batak pada kebaktian pertama dan Bahasa Indonesia pada kebaktian kedua dan ketiga.

Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Nainggolan bertema "Telah Lahir Bagimu Juru Selamat Yaitu Kristus di Kota Daud (Lukas 2:11)" dengan subtema "Melalui Perayaan Natal di HKBP Rawamangun Memperlengkapi Jemaat Menjadi Jemaat Berbudaya dan Beriman Kepada Tuhan".

Untuk memastikan kebaktian berjalan lancar, semua orang yang akan masuk ke gereja diperiksa dengan ketat baik di pintu masuk sisi timur maupun selatan.

Sejumlah aparat kepolisian juga berjaga di pintu masuk gereja yang berseberangan dengan Posko Operasi Lilin 2016 di depan Gereja Keluarga Kudus.

Suasana ibadah di GPIB Immanuel terpantau dengan penjagaan ketat dengan adanya satu unit mobil barracuda, pengawalan dari puluhan kepolisian dan TNI dan mesin metal detector untuk setiap jemaat yang memasuki gedung.

Kebaktian malam natal di GPIB Immanuel dibagi menjadi tiga sesi, yakni pukul 17.00, 19.00 dan 21.00 WIB. Jemaat terlihat lebih ramai pada kebaktikan pukul 19.00 WIB hingga panitia harus menambah bangku plastik untuk jemaat yang tidak kebagian tempat duduk. Ada pun kapasitas gedung hanya berkisar 800 orang dengan dua lantai.

Ibadah Natal di GPIB Immanuel pada Minggu (25/12) akan dilaksanakan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Belanda dan Inggris.

Selain di Ibukota Jakarta, suasana malam Natal yang kondusif juga terjadi di seluruh gereja di Tanah Air.

Misa malam Natal di Gereja Katedral Paroki Santa Perawan Maria Kota Bogor diikuti sekitar 10.000 jemaat. Karena daya tampung gereja terbatas, misa dibagi dalam dua dua gelombang, yakni pada pukul 17.30 WIB dan malam hari pukul 21.00 WIB.

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kota Bogor mendapat pengamanan lengkap dari petugas keamanan gabungan dari jajaran Polresta Bogor Kota, TNI, Satpol PP, DLLAJ, Pramuka, hingga organisasi pemuda Islam, yakni GP Anshor.

Untuk pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2016, setidaknya sebanyak 1.410 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

Demikian halnya, di Jayapura. Sebanyak sebanyak 400 personil dikerahkan mengamankan jalannya ibadah malam natal yang dilaksanakan di gereja-gereja di wilayah itu.

Paur Humas Polres Jayapura Kota Iptu Yahya Rumra kepada Antara, Sabtu malam mengatakan, 400 personil yang dikerahkan itu terdiri dari anggota Polres, TNI, Rapi, Pramuka dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ke 400 personil itu disebar ke 40 gereja yang tersebar di Kota Jayapura sehingga umat kristiani dapat beribadah dengan khusyu, kata Iptu Rumra seraya menambahkan, pelaksanaan ibadah malam natal dilaksanakan menjelang natal.


Tingkatkan KeamananInstruksi agar semua pihak menjaga keamanan dan ketertiban saat perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, ditegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan menggelar Operasi Lilin 2016 selama sepuluh hari mulai 23 Desember 2016.

"Beberapa sasaran pengamanan adalah diantaranya terorisme, kemudian keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas karena diperkirakan ada arus mudik dan arus balik nantinya," kata Kapolri usai rapat terbatas persiapan Natal dan Tahun Baru di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/12).

Menurut Tito, untuk pencegahan ancaman terorisme, Polri didukung oleh TNI telah melaksanakan sejumlah operasi penangkapan di beberapa wilayah di Indonesia.

Indikasi tindak kriminal, Densus 88 Antiteror baik di Bekasi, Tangerang Selatan, Tasikmalaya, Medan dan Batam.

Polisi terus mengembangkan keterangan dari terduga teroris yang berhasil ditangkap untuk mencegah tindak kriminal terorisme yang menargetkan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Untuk memastikan keamanan pelaksanaan ibadah malam Natal, Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terjun langsung memantau kegiatan ibadah di sejumlah gereja di Jakarta, yaitu GKI Panglima Polim, HKBP Menteng, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel dan Gereja Katedral.

Ada pun suasana ibadah di GPIB Immanuel terpantau dengan penjagaan ketat dengan adanya satu unit mobil barracuda, pengawalan dari puluhan kepolisian dan TNI dan mesin metal detector untuk setiap jemaat yang memasuki gedung.

Usai berkeliling meningau pelaksanaan ibadah di empat gereja tersebut, Tito mengatakan bahwa perbedaan suku, agama, ras dan golongan merupakan pemersatu bagi bangsa Indonesia.

"Semenjak Proklamasi, kita sudah mencanangkan bahwa semua perbedaan itu bukan pemecah, tetapi justru menjadi pemersatu bagi kita semua," kata Tito.

Ia menegaskan, bahwa perbedaan merupakan kekayaan bagi seluruh warna negara Indonesia, sehingga, harus dimanfaatkan sebagai alat pemersatu bangsa.

"Perbedaan adalah kekayaan bagi kita semua dan kita semua satu bangsa dengan berbagai perbedaan. Oleh karena itu, jadikan perbedaan sebagai alat pemersatu bangsa," ujar Tito.

Dalam kunjungan tesebut, tidak lupa Tito juga menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh jemaat yang tengah beribadah di gereja itu.

"Selamat Natal untuk semuanya. Semoga cinta kasih dan damai dapat memberkati kita semua pada malam hari ini. Tuhan berkati," kata Tito.

Instruksi Kapolri agar memperketat pengamanan saat malam Natal langsung diikuti oleh sejumlah Kapolda.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel meninjau sejumlah gereja di Kota Medan, seperti Gereja Kathederal di Jalam Pemuda Medan, Gereja GPIB Imanuel di Jalan Diponegoro Medan, dan Gereja HKBP di Jalan Sudirman Medan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda memantau bagian ruang ibadah dan halaman gereja yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menjalankan prosesi ibadah.

Kepada pendeta dan pastur yang ada di gereja yang dikunjungi tersebit, Kapolda menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas.

Hal yang sama juga dilakukan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Musyafak yang meninjau langsung pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di sejumlah titik Kota Pontianak.

Sejumlah tempat yang akan ditinjau oleh kapolda Kalbar, diantaranya melakukan pengecekan di pos pelayanan, pos pengamanan dan peninjauan tempat tempat peribadatan yang digunakan umat Nasrani untuk ibadah Natal.

Pihaknya menurunkan sebanyak 5.505 personil, yang terdiri dari 4.186 personil dari Polri, TNI sebanyak 214 personil, dan 1.105 personil bantuan dari pemerintah daerah.

"Kami akan bekerja secara maksimal bersama instansi terkait untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru 2017," katanya.

Terkait penangkapan bom dan pelaku teroris di beberapa daerah agar menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat dan aparat pemerintah termasuk TNI dan Polri, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Sedangkan di propinsi paling Timur Indonesia, Jayapura, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Komandan Lantamal X Jayapura Laksamana Pertama TNI Heru Kusnanto dan Komandan Korem Jayapura Kol Inf Pardede meninjau pos pengamanan Natal.

Tercatat delapan pos pengamanan yang dikunjungi dari kota Jayapura hingga pos pengamanan di Bandara Sentani, termasuk pos TNI yang berada di jalan baru dan Perumnas III, Kota Jayapura.

Selain meninjau pos, Kapolda Papua dan rombongan juga menyerahkan bingkisan Natal kepada anggota yang berjaga dan berharap tidak lengah saat bertugas.

"Tetap berjaga dan waspada terhadap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah tugasnya sehingga kedamaian tetap tercipta," kata Waterpauw.

Sementara itu Komandan Lantamal X Jayapura Laksma TNI Heru Kusmanto mengatakan prajurit TNI siap membantu polisi dalam mengamankan ibadah malam Natal dan Natal serta Tahun Baru 2017.

Kepastian keamanan dalam misa Natal juga disampaikan Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol. Agung Sabar Santoso, yang didampingi Kepala Staf Korem 143/Haluoleo Letkol Kav. Agus Waluyo bersama sejumlah perwira utama Polda melakukan pemantauan ke sejumlah gereja-gereja dalam rangkaian malam Natal di Kendari.

Gereja yang menjadi pantauan jenderal bintang satu bersama unsur TNI itu adalah gereja Ora Et Labora, yang bersampingan dengan Mesjid Agung Al-Kautsar Mandonga Kota Kendari, kemudian Gereja Santo Clemens di simpang tiga Jalan Saranani, kemudian ke gereja Imanuel dan gereja-gereja lain di Kota Lama Kendari.

"Pantauan yang dilakukan malam ini, tidak hanya kepada gereja-geraja yang melakukan ibadah malam Natal, namun yang terpenting adalah meninjau sejumlah pos pengamanan (Pospam) yang berada di sejumlah gereja di Kota Kendari," ujar Kapolda.

Kapolda Agung Sabar Santoso mengatakan, pemantauan yang dilakukan tidak lain dalam rangka mengecek kesiapan para anggota yang berada di lapangan sejauh mana kesiapan para personel dalam mengamankan jalannya malam natal ini.

"Dari hasil pemantau yang dilakukan, patut di syukuri bahwa kegiatan keagaaman berjalan dengan baik dan hingga kini situasi aman dan masih terkendali mengingat anggota Polri bersama TNI dan komponen masyarakat dalam menjaga keamanan," ujarnya.

Tidak hanya Kapolda, sejumlah wali kota juga memberikan perhatian kepada umat Kristiani yang menjalankan ibadah malam Natal ini. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, meninjau empat gereja, Sabtu malam, untuk memastikan ibadah misa Natal dengan aman dan nyaman.

Gereja pertama yang ditinjau rombongan muspida adalah Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci atau biasa disebut Gereja Katedral di kawasan Tugu Muda pusat Kota Semarang.

Bersama dengan jajaran pimpinan muspida, Hendrar Prhadi bahkan dipersilakan naik ke panggung di gereja yang biasa disebut Holy Stadium itu, kemudian menyampaikan selamat Natal dan bersalaman dengan pengurus gereja.

Setelah itu, rombongan bergerak menuju Gereja St Yusuf Gedangan, dan berlanjut ke Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Semarang atau lebih dikenal dengan sebutan Gereja Blenduk yang berada di kawasan Kota Lama Semarang.

Tidak ketinggalan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan diri datang mengunjungi perayaan Natal di Gereja Katolik Santo Perawan Maria Regina Paroki Purbowardayan, Solo, Sabtu malam.

Gubernur yang didampingi Kepala Polda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyampaikan selamat Natal kepada ribuan orang jemaat yang hadir di gereja tersebut.

"Saya datang ke gereja ini bersama Kepala Polda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi untuk ikut berbahagia bersama bapak, ibu, dan keluarga yang sedang merayakan, mengucapkan selamat Natal, dan jemaat dapat berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Natal dengan bahagia," ujarnya.


Toleransi 
Selain mengerahkan unsur Polri/TNI, toleransi antar umat beragama juga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan keamanan di masyarakat terutama saat menjalankan hari besar keagamaan seperti perayaan Malam Natal.

Hal itu tercermin dari ibadah Malam Natal di seluruh wilayah Indonesia yang dilaporkan berlangsung hikmat dan aman.

Salah satu yang sering menjadi barometer toleransi antarumat beragama antara Kristiani dan Islam terlihat saat malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat yang lokasinya berhadapan langsung dengan Masjid Istiglal.

Seperti biasanya, Masjid Istiqlal menyediakan lahan parkir baik motor dan mobil bagi para jemaat Gereja Katedral yang ingin melaksanakan misa malam Natal.

"Biasa memang setiap tahun memang digunakan parkir, agar tidak macet, hari Natal juga sama saja bisa parkir di area Istiqlal," kata salah satu petugas penjaga parkir, Dwi kepada Antara.

Untuk menghormati kerukunan antar anak bangsa, juru bicara panitia Natal Gereja Katedral Susyana mengatakan, dalam perayaan misa Natal 2016 ini, pihaknya menojolkan dekorasi gereja bernuansa betawi. "Dekorasi Natal tahun (2016) ini oleh wilayah Santa Paulus diajak untuk menampilkan budaya nasional yang akrab dengan kehidupan kita," katanya.

Diungkapkan Susyana, suasana budaya betawi di DKI Jakarta akan memberikan dampak umat dalam kondisi lebih akrab. Berbagai dekorasi yang membawa suasana keceriaan dihadirkan melalui hiasan kereta dan boneka ondel-ondel yang menjadi ciri khas budaya betawi.

Suasana keakraban antar pemeluk agama juga terjadi di Jayapura, propinsi paling Timur Indonesia. Sebanyak 400 personil dikerahkan mengamankan jalannya ibadah malam natal yang dilaksanakan di gereja-gereja di sekitar Kota Jayapura .

Dari 400 orang personil tersebut, sebanyak 72 orang diantaranya adalah anggota Himpunan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membagikan bunga kepada umat Kristiani yang akan memasuki sejumlah gereja untuk mengikuti kebaktian.

Koordinator Lapangan HMI, Murdani mengatakan, mengatakan pembagian bunga tersebut yang dilakukan anggota HMI itu dilakukan di 12 gereja yang berada di seputar kota Jayapura.

Setidaknya 2.000 bunga mawar yang dikemas dalam plastik transparan dibagi-bagikan, dengan tulisan "Keluarga HMI Cabang Jayapura Mengucapkan Selamat Rayakan Natal 25 Desember 2016 Semoga Tuhan Memberkati".

Pengamanan terhadap dari warga masyarakat terhadap pelaksanaan misa Natal juga terlihat di Bali. Sejumlah pecalang atau penjaga keamanan ikut aktif melakukan pengamanan.

Kepolisian Daerah Bali dalam Operasi Lilin Agung 2016 akan diterjunkan 530 Satgas Polda Bali, 1.154 jajaran di Polres dan Polresta, TNI 345 orang serta 1.697 orang dari instansi lainnya.

Ketua Majelis Gereja Ora Et Labora Kendari, Effendy Patulak mengatakan, rasa terima kasih kepada aparat kepolisian dan unsur TNI yang bersama-sama bertugas untuk memberi rasa aman kepada seluruh jemaat yang melaksanakan misa Natal malam ini.

"Yang patut kita syukuri bahwa, toleransi antarumat beragama khususnya di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya berlangsung cukup damai sejak dulu hingga sekarang," ujarnya.

Suasana damai juga terlihat di Kota Kupang, di mana sebanyak 15 anggota Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (PHD), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut terlibat dalam proses pengamanan perayaan Natal 25 Desember 2016 di wilayah itu.

"Pemuda Hindu Dharma Kota Kupang sudah dua tahun ikut dalam kepanitiaan Natal di Kota Kupang untuk mendukung pengamanan perayaan Natal. Kita ingin perayaan Natal di Kota Kupang berlangsung dengan aman dan damai, sebagai pemuda tentu kami memiliki tangungjawab moral dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI ini," kata Manik Sugiarsa, di halaman Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten II, Kota Kupang.

Salah seorang umat Paroki St. Yoseph Naikoten II Kupang, Ny. Novita Ngeneng, mengapresiasi adanya keikutsertaan pemuda lintas agama di Kota Kupang yang ikut menjaga keamanan kegiatan misa malam Natal disejumlah gereja di daerah ini.

"Ini contoh yang baik bagi daerah lain di Indoneisa dalam menjaga kerukunan hidup beragama. Harmonisasi hidup beragama ini harus dimulai dari pemuda.Indonesia sangat indah karena keberagaman suku, agama dan budaya. Potensi kebhinekaan inilah yang harus tetap dipertahankan," tegasnya.

Sementara itu sejumlah warga muslim dari Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang ikut bersama panitia Natal dan aparat Kepolisian dan TNI menjaga keamanan kegiatan perayaan misa malam Natal di Gereja Katedral Kupang.

Malam misa Natal (Sabtu, 24/12) malam sudah berakhir. Minggu (25/12) umat Kristiani kembali melakukan ibadah Natal.

Para pemuka agama Nasrani mengajak warga Kristen untuk memaknai perayaan Natal atau peristiwa kelahiran Yesus Kristus sebagai momentum penting yang penuh pengharapan untuk kehidupan baru di masa mendatang.

"Kelahiran Yesus Kristus memberikan pengharapan bagi umat Kristen untuk memulai kehidupan baru. Yesus lahir sebagai Sang Pembebas seluruh keprihatinan hidup umat Kristen," kata mantan Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Maluku Pdt. DR. John Ruhulesin, saat memimpin ibadah Natal di Gereja Maranatha, Ambon.

Umat Kristen diminta untuk memanfaatkan momentum Natal sebagai sebuah peristiwa penting guna memperbaharui hidup dan berdamai dengan umat beragama lainnya, mengampuni dan berbagi cinta kasih dengan sesama yang membutuhkan.

Umat Kristiani juga diingatkan untuk mewujudkan cinta kasih yang tanpa pamrih sepanjang hidupnya, mengharamkan ketidak-adilan, menjauhkan diri dari pesta pora, pembunuhan, dengki dan iri hati.

Selain itu, harus hidup saling berbagi dan menopang antarsesama, meningkatkan rasa solidaritas dan kesetia kawanan terutama menolong kaum berkekurangan, serta menjauhkan diri dari pesta pora yang mengarah pada konsumerisme.

"Persaudaraan sejati adalah hubungan dan perasaan saling memiliki, menghormati dan menyayangi satu dengan lainnya, tanpa memandang perbedaan, tidak saling mencurigai maupun dengki dan iri hati," tegas Pdt. Jhon.

Sementara itu, Pastor Gereja Santa Theresia Menteng, Jakarta, Romo Dido da Gomez menilai kunci untuk menjaga toleransi antarsesama, bermula dari keluarga dan bisa dimulai sejak dini.

"Jadi ini pesan toleransi ini, bermula dari keluarga inti dahulu, dengan mengajarkan anak atau memberi pengertian anggota keluarga bahwa bahwa kita semua unik, berbeda, majemuk, baik agama, suku bangsa dan lainnya," kata Romo Dido da Gomez.

Dengan dikenalkan bahwa semua orang memiliki keunikan masing-masing, lanjut Dido, anggota keluarga juga harus memiliki pengertian bahwa setiap perbedaan janganlah menjadi akar permusuhan namun menjadi kekayaan bangsa.

"Perbedaan itu tidak bisa kita hindari, kita harus menerima itu karena hal itu memang ada dan kita tidak bisa menolaknya, perbedaan itu adalah kekayaan kita," tutur Dido.

Kendati demikian, Dido menilai bermula dari keluarga juga tidak akan cukup untuk menciptakan toleransi, namun harus timbul juga perasaan untuk bisa menerima perbedaan dan keterbukaan.

"Contoh konkretnya mungkin selama ini kita mengunjungi panti-panti jompo dan panti lainnya, sekarang mungkin bisa kita kembangkan ke pesantren, sekolah Budha dan dari kelompok lainnya, dengan begitu kita akan menjadi manusia terbuka dan bisa menerima perbedaan," ucapnya.

Secara keseluruhan dan hasil pantauan Antara di sejumlah wilayah pada perayaan malam Natal 2016 berlangsung aman terjadi gangguan berarti.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan perayaan malam Natal umat Kristen yang sedang berlangsung Sabtu (24/12) dan perayaan Natal Minggu (25/12), berlangsung aman.

"Kami pastikan setiap umat beragama dapat merayakan hari besar agamanya dengan aman dan nyaman. Khususnya malam ini dan besok hari saat umat Kristen merayakan Natal," ujar dia saat ditemui di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII), di Kemayoran, Sabtu malam.

Ia mengatakan bahwa pemerintah secara jelas telah menjaga pelaksanaan dan perayaan Natal di seluruh Indonesia atas sinergi pihak kepolisian dan TNI dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memastikan menjamin keamanan perayaan ibadah semua agama di Indonesia.

"Jadi semua agama dijamin oleh pemerintah untuk melaksanakan keyakinannya dan juga perayaan hari besar agamanya," jelas dia.

"Tujuannya jelas, pemerintah ingin memastikan bahwa negara hadir dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi setiap masyarakat di Indonesia," tandas Mendagri.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Jumat, 23 Desember 2016

Melompat lebih tinggi untuk kemudahan berbisnis Indonesia

Melompat lebih tinggi untuk kemudahan berbisnis Indonesia
Bank Dunia (World Bank)
Meski menjadi salah satu negara yang digadang-gadang mampu menjaga stabilitas di tengah pelemahan ekonomi global, Indonesia masih banyak tertinggal dengan negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk dalam memberikan kemudahan berbisnis.

Melalui laporan teranyar yang diumumkan Bank Dunia berjudul "Doing business 2017: Equal Opportunity for All" akhir Oktober 2017, lembaga itu menempatkan Indonesia di posisi 91 dari 190 negara terutama di Asia Pasifik yang disurvei.

Bank Dunia juga memasukkan Indonesia sebagai negara teratas dalam daftar "Top Reformer" bagi perbaikan kemudahan berusaha dengan mereformasi tujuh indikator yaitu "starting a business" (memulai usaha), "getting electricity" (penyambungan listrik), "registering property" (perizinan terkait pendirian bangunan), "getting credit" (akses perkreditan), "paying taxes" (pembayaran pajak), "trading across border" (perdagangan lintas negara) dan "enforcing contracts" (penegakan kontrak).

Peringkat Indonesia mengalami perbaikan sangat signifikan, yaitu naik 15 peringkat menjadi peringkat 91 dari peringkat sebelumnya di posisi 106.

Masih harus perbaikiNamun, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia masih harus berupaya keras melakukan berbagai upaya reformasi dalam kemudahan berbisnis.

Dalam survei 2017 itu, Singapura misalnya, menempati peringkat 2, naik satu peringkat dari sebelumnya di peringkat 3.

Kenaikan juga terjadi pada Brunei Darussalam yang naik peringkat menjadi peringkat 72 dari sebelumnya peringkat 97.

Vietnam juga naik dari sebelumnya peringkat 91 kini menjadi peringkat 82.

Thailand tidak mengalami perubahan dengan masih berada di peringkat 46. Sedangkan Malaysia justru mengalami penurunan dari peringkat 22 kini menjadi peringkat 23.

Ada pun peringkat lima teratas secara berurutan yakni Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, China dan Korea Selatan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebut capaian Indonesia dalam survei kemudahan berbisnis "Ease of Doing Business" (EoDB) Bank Dunia belumlah memuaskan.

"Saya pikir usaha banting tulang Indonesia sehingga bisa naik ke peringkat 91 sudah cukup baik. Tapi saya pikir lagi, betul juga kata Pak Jokowi, untuk negara seperti kita, peringkat 91 itu sangat tidak memuaskan," katanya.

Kendati demikian, menurut Tom, sapaan akrab Thomas, naiknya peringkat Indonesia dalam survei EoDB dari posisi 106 ke 91 merupakan lonjakan besar.

Pasalnya, lonjakan hingga 15 peringkat dalam periode satu tahun baru pertama kali dipecahkan Indonesia dalam sejarah survei tersebut.

"Saya juga merasa, dari prestasinya Rio Haryanto, Joey Alexander hingga Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir yang melambung tahun ini, seharusnya kita bisa. Kita punya kemampuan, masak hanya di posisi 91?" ujarnya.

Tom mengakui, pemerintah terus melakukan upaya memperbaiki kemudahan kemudahan berbisnis di Indonesia.

Meski capaiannya belum terlalu menggembirakan, ia menghargai kinerja semua pihak, termasuk kementerian dan lembaga serta pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Timur, yang menjadi fokus survei tahunan tersebut.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan terlepas dari posisi Indonesia di peringkat ke 91, peringkat Indonesia dalam upaya melakukan upaya perbaikan kemudahan berbisnis terus meningkat.

Azhar menuturkan, berdasarkan survei EoDB 2016 yang dilakukan tahun lalu, Indonesia menempati posisi 109 dari 190 negara Asia Pasifik yang disurvei.

Namun, setiap kali Bank Dunia akan mengumumkan rilis survei tahunan, lembaga itu kerap melakukan rekalkulasi di mana Indonesia tercatat berada di peringkat 106 dalam survei EoDB 2016. Itu artinya, dalam survei EoDB 2017 yang diumumkan pada 26 Oktober 2016, Indonesia berhasil naik 15 peringkat dari posisi 106 ke 91.

"Apa pun itu, sekarang Indonesia di peringkat 91. Indonesia juga termasuk negara yang diminati investor dengan ranking sembilan di dunia. Itu positif. Pemerintah tetap melakukan dan melanjutkan upaya deregulasi baik di pusat maupun daerah, termasuk reformasi hukum untuk memberantas pungutan liar (pungli)," katanya.

Target Peringkat 40Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa rapat kabinet terbatas menekankan pentingnya menaikkan peringkat Ease of Doing Business (EoDB) atau Kemudahan Berusaha Indonesia hingga ke posisi 40.

Target mencapai peringkat ke 40 diperuntukkan untuk survei 2017. Namun, karena belum juga berhasil merangsek naik ke posisi tersebut, pemerintah masih berharap target itu bisa tercapai dalam survei mendatang.

Untuk itu, harus dilakukan sejumlah perbaikan, bahkan upaya ekstra, baik dari aspek peraturan maupun prosedur perizinan dan biaya, agar peringkat kemudahan berusaha di Indonesia terutama bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), semakin meningkat.

Salah satunya adalah dengan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XII yang berisi pemangkasan sejumlah izin, prosedur, waktu dan biaya yang ditujukan untuk menaikkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia.

Bank Dunia menetapkan 10 indikator tingkat kemudahan berusaha. Masing-masing adalah Memulai Usaha (Starting Business), Perizinan terkait Pendirian Bangunan (Dealing with Construction Permit), Pembayaran Pajak (Paying Taxes), Akses Perkreditan (Getting Credit).

Berikutnya, Penegakan Kontrak (Enforcing Contract), Penyambungan Listrik (Getting Electricity), Perdagangan Lintas Negara (Trading Across Borders), Penyelesaian Perkara Kepailitan (Resolving Insolvency), dan Perlindungan Terhadap Investor Minoritas (Protecting Minority Investors).

Dari ke-10 indikator itu, total jumlah prosedur yang sebelumnya berjumlah 94 prosedur, dipangkas menjadi 49 prosedur. Begitu pula perizinan yang sebelumnya berjumlah sembilan izin, dipotong menjadi enam izin.

Jika sebelumnya waktu yang dibutuhkan total berjumlah 1.566 hari, kini dipersingkat menjadi 132 hari. Perhitungan total waktu ini belum menghitung jumlah hari dan biaya perkara pada indikator Resolving Insolvency karena belum ada praktik dari peraturan yang baru diterbitkan.

Meski survei Bank Dunia hanya terbatas pada wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya, pemerintah menginginkan kebijakan ini bisa berlaku secara nasional.

Patut dipujiKamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai upaya pemerintah untuk menaikkan peringkatg Indonesia dalam indeks kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EoDB) patut dipuji.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan tekad dan upaya pemerintah sudah cukup maksimal.

"Kalau dilihat, good will sudah ada, usahanya juga sudah banyak," katanya.

Rosan menuturkan, pihaknya memahami betul upaya keras pemerintah dalam melakukan reformasi pelayanan dalam mendukung kemudahan berbisnis di Indonesia.

Bahkan BKPM telah meluncurkan layanan izin investasi tiga jam guna mendukung kemudahan berinvestasi di Tanah Air.

"Walaupun kadang tidak selesai tiga jam, bisa empat, lima, enam jam, tapi itu patut diapresiasi," ujarnya.

Menurut Rosan, upaya pemerintah untuk meningkatkan ranking dalam indeks yang dibuat Bank Dunia itu juga tercermin dalam 13 paket kebijakan ekonomi yang dilunchrkan sejak September 2015 lalu.

Ia menilai, ke 13 paket kebijakan ekonomi itu menekankan pada upaya penyederhanaan perizinan, perpajakan hingga dibukanya daftar negatif investasi (DNI).

"Itu untuk mendorong kemudahan berbisnis," katanya.

Rosan juga menekankan salah satu isi paket kebijakan ekonomi yang dampaknya sangat penting/signifikan bagi dunia usaha, yakni tentang formula penghitungan upah minimum provinsi (UMP) dengan menggunakan formula perhitungan menggunakan besaran inflasi dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Lebih lanjut, ia berpendapat pemangkasan birokrasi penting dilakukan untuk dapat mendorong peringkat Indonesia dalam indeks kemudahan berbisnis itu.

"Kuncinya pangkas rantai birokrasi yang panjang itu. Pangkas habis-habisan. Pemerintah juga harus agresif melakukan pemangkasan itu di pusat maupun daerah," katanya.

Rosan optimistis target peringkat ke 40 dalam indeks tersebut bisa diraih Indonesia dengan terlebih dulu menyelesaikan sejumlah masalah seperti korupsi, birokrasi dan infrastruktur.

"Negara lain bisa kok, Thailand saja bisa ranking 40an. Malaysia juga. Kita bisa banget (capai peringkat 40)," katanya.

Berada di peringkat 91, Indonesia tampaknya masih harus berupaya untuk bisa melompat lebih tinggi guna mencapai target peringkat 40 dalam laporan survei kemudahan berbisnis tahun depan. Hal itu juga perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga dan merebut pasar yang kini mulai beralih ke kawasan Asia Pasifik.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Indonesia berupaya melesat di tengah perlambatan global

Indonesia berupaya melesat di tengah perlambatan global
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (ANTARA /Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - Pelemahan ekonomi global terus berlangsung, diikuti harga komoditas yang masih rendah dan aliran modal ke negara berkembang yang kembali turun, namun Indonesia berupaya melesat di tengah kondisi yang tidak menggembirakan itu.

Pertumbuhan ekonomi global 2016 diperkirakan hanya sekitar 3,0 persen, lebih rendah dari capaian 2015 yang sebesar 3,2 persen. Kelompok negara maju yang diharapkan menjadi penghela perekonomian global, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang, kinerja ekonominya belum solid.

Referendum Brexit yang membawa Inggris keluar dari Uni Eropa, bahkan berpotensi menurunkan prospek ekonomi Eropa dalam jangka menengah. Kondisi ekonomi Tiongkok juga sama, masih melakukan konsolidasi dan menyesuaikan sumber-sumber pertumbuhan ekonominya.

Pelaku pasar juga diliputi ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Fund Rate) dan dampak geopolitik pascapemilu Presiden di AS. Berbagai ketidakpastian tersebut kemudian berdampak pada menurunnya aliran modal ke negara berkembang dan diikuti volatilitas perpindahan dana global.

Diperkirakan, kelesuan ekonomi global akan berlangsung dalam waktu yang lebih lama, yang akan semakin menekan negara berkembang, termasuk Indonesia. Bagaimanapun, sebagai negara dengan perekonomian terbuka, Indonesia tidak terisolasi dari kondisi global yang belum kondusif tersebut.

Sejauh ini, dampak pelemahan ekonomi global telah terasa pada perekonomian Indonesia, terutama di sektor pasar keuangan dan perdagangan meskipun tidak separah negara-negara berkembang lainnya.

Perekonomian domestik yang lentur dan masih memiliki banyak potensi membuat Indonesia tetap bisa mencatat pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain, bahkan salah satu yang terbaik di dunia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan kondisi ketidakpastian global masih akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada 2017.

"Kondisi global sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dan diperkirakan akan berlanjut pada 2017," kata Sri Mulyani saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017 di Istana Negara Jakarta, Rabu (7/12).

Sri Mulyani menyebutkan APBN 2017 yang disetujui DPR akhir Oktober 2016 disusun dalam kondisi masih memghadapi lingkungan dalam dan luar negeri yang sangat menantang.

"Mulai dari kondisi perekonomian AS, terpilihnya Presiden AS Donald Trumph, maupun kebijakan ekonomi moneter negara-negara maju dan kondisi perekonomian Tiongkok," tutur Sri Mulyani.

Sementara itu Dana Moneter Internasional (IMF) dalam penilaian awal atas ekonomi Indonesia tahun 2016 yang dimuat dalam laporan hasil asesmen konsultasi tahunan IMF (Article IV Consultation), menyampaikan bahwa kinerja perekonomian Indonesia tetap dalam kondisi baik, didukung oleh bauran kebijakan makroekonomi dan reformasi struktural yang sehat.

Otoritas mampu mengelola perekonomian dengan baik di tengah dinamika perubahan kondisi perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi tetap kuat, inflasi telah menurun signifikan, dan defisit transaksi berjalan tetap terjaga. Semua pencapaian itu mendukung outlook perekonomian yang positif.

Tim IMF yang dipimpin oleh Luis E Breuer telah mengunjungi Indonesia 7 hingga 18 November 2016. Article IV Consultation IMF merupakan bagian dari aktivitas monitoring (surveillance) IMF yang dilakukan satu kali dalam setiap tahun terhadap setiap negara anggota. Tim bertukar pandangan dengan Pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga publik lainnya, serta perwakilan dari sektor swasta, akademisi dan mahasiswa tentang perkembangan ekonomi dan pasar keuangan terkini dan prospek jangka pendek-menengah.

Selanjutnya, Tim IMF menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi 2016 diperkirakan sebesar 5,0 persen, terutama didorong konsumsi swasta yang kuat. Pada tahun 2017 pertumbuhan diperkirakan sebesar 5,1 persen, didorong oleh konsumsi swasta serta investasi swasta yang perlahan membaik sebagai respons atas membaiknya harga komoditas dan tingkat suku bunga yang lebih rendah.

Inflasi diperkirakan meningkat dari 3,3 persen pada 2016 menjadi sedikit di atas nilai tengah kisaran target 3-5 persen pada akhir 2017, terutama sebagai dampak alokasi subsidi listrik yang lebih baik. Defisit transaksi berjalan diperkirakan meningkat dari 2,0 persen dari PDB pada tahun 2016 menjadi 2,3 persen dari PDB pada tahun yang akan datang karena peningkatan investasi dan impor.

Risiko yang dihadapi utamanya muncul dari eksternal, yang bersumber dari ketidakpastian mengenai kebijakan pemerintah baru Amerika Serikat, kondisi keuangan global yang lebih ketat, pertumbuhan Tiongkok yang lebih lemah dibanding perkiraan, pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat di Amerika Serikat, dan kembali menurunnya harga komoditas. Risiko domestik meliputi bantalan fiskal (fiscal buffer) yang lebih rendah, yang mencerminkan penurunan penerimaan pajak atau tingginya tingkat bunga di tengah kondisi keuangan global yang lebih ketat.

Strategi fiskal Pemerintah, dengan memperluas basis pendapatan dan meningkatkan pengeluaran yang mampu mendukung pertumbuhan dengan tetap memelihara defisit agar berada dalam "fiscal rule" sebesar tiga persen dari PDB, dianggap akan mendukung stabilitas dan pertumbuhan yang inklusif dalam jangka menengah. Otoritas fiskal juga telah memulai konsolidasi fiskal secara bertahap.

Revisi anggaran 2016 yang telah disetujui DPR pada Agustus 2016 telah mencakup proyeksi pendapatan dan juga pengeluaran yang lebih sehat dengan tetap menjamin prioritas pengeluaran Pemerintah. Namun demikian, lemahnya pendapatan pajak dapat tetap menjadi kendala bagi Pemerintah.

Dalam anggaran 2017, bantalan fiskal kembali dipupuk, yang tercermin dari target defisit yang lebih rendah (2,4 persen dari PDB). Tim IMF menyambut baik rencana untuk memperluas basis pajak, memperbaiki sasaran subsidi, meningkatkan transfer dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, dan memastikan pembiayaan untuk investasi publik dan program sosial.

Otoritas fiskal berencana untuk merevisi ketentuan perpajakan pada tahun 2017. Peninjauan atas pembiayaan sektor pertanian, kesehatan, dan pendidikan yang sedang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengeluaran. Implementasi dari beberapa hal tersebut akan memperkuat kerangka fiskal pada jangka menengah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan infrastruktur yang lebih baik.

Tim IMF juga memandang bahwa stance kebijakan moneter saat ini sudah tepat. Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga kebijakan pada 2016 di tengah tekanan inflasi yang menurun dan tekanan eksternal yang berkurang. Implementasi suku bunga kebijakan BI yang baru (BI 7-day Reverse Repo Rate) pada Agustus 2016 telah berjalan lancar.

Dengan kondisi ketidakpastian eksternal saat ini, tim IMF mendukung keputusan BI terakhir untuk mempertahankan suku bunga kebijakan, serta memberikan ruang bagi penyesuaian nilai tukar dan yield Surat Berharga Negara (SBN), dengan melakukan intervensi untuk memastikan pasar keuangan berjalan dengan baik. Upaya menjaga ruang kebijakan tersebut menjadi penting untuk memberikan kesempatan bagi perekonomian dalam melakukan penyesuaian terhadap kondisi eksternal yang bergejolak.

Indikator sektor keuangan menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia memiliki permodalan yang kuat dan profitable. Non Performing Loans (NPL) menunjukkan kenaikan dari tingkat sebelumnya yang rendah dan indikator lainnya menunjukkan kenaikan tersebut kemungkinan tidak akan berlanjut. Kemajuan yang signifikan telah dicapai dengan disetujuinya Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK).

Tim IMF sependapat dengan otoritas bahwa peraturan pelaksanaan dari UU PPKSK perlu segera diterbitkan. Selain itu, kemajuan juga telah dicapai dengan adanya pengawasan sektor keuangan yang terkonsolidasi dan pemantauan yang ketat terhadap perkembangan korporasi dan sektor keuangan, yang masih memiliki sejumlah kerentanan. Pemberlakuan kewajiban lindung nilai (hedging) untuk pinjaman korporasi dalam mata uang asing akan membantu memitigasi kerentanan tersebut.

Selanjutnya, sebagai kelanjutan reformasi subsidi BBM di tahun 2015, otoritas di Indonesia telah mengimplementasikan reformasi untuk memperbaiki iklim bisnis, termasuk terkait infrastruktur, regulasi, pembukaan akses sejumlah sektor ekonomi untuk pihak swasta, serta penetapan formula upah minimum yang baru. Tim IMF sependapat dengan otoritas mengenai kebutuhan untuk tetap melanjutkan reformasi struktural pada area- area tersebut untuk mendukung investasi swasta dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu untuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2016, BI melihat akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya. BI memperkirakan pada periode terakhir 2016 ekonomi domesik akan tumbuh mendekati 5,0 persen.

"Awalnya kami memerkirakan kuartal IV sebesar 4,8 persen tapi sekarang kuartal IV menurut BI sudah bisa mendekati lima persen jadi angkanya sekitar 4,9 persen lebih," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (16/12).

Menurut Mirza, perbaikan ekonomi di sisa tahun 2016 dipengaruhi tiga hal. Pertama, sesuai trennya belanja pemerintah di kuartal-IV meningkat dibanding kuartal sebelumnya sehingga menambah stimulus fiskal bagi perekonomian.

Kedua, lanjut Mirza, perbankan sudah mulai mengakhiri era konsolidasinya sehingga kredit perbankan di akhir tahun 2016 ini telah gencar. Pasokan kredit perbankan ini juga banyak terdongkrak karena permintaan swasta akibat realisasi belanja pemerintah.

"Angka pertumbuhan kredit di Oktober dan November 2016 itu sudah lebih baik," ujarnya. Menurut data BI, kredit perbankan pada November 2016 tumbuh 8,5 persen, lebih tinggi dari Oktober 2016 yang sebesar 7,5 persen.

Faktor ketiga adalah perbaikan kinerja ekspor. Membaiknya ekspor, lanjut Mirza, karena meratanya pemulihan harga komoditas. Meskipun turun, neraca perdagangan Indonesia pada November 2016 mencatat surplus 840 juta dolar AS, sedangkan Oktober 2016, suprlus 1,21 miliar dolar AS.

Secara akumulasi, BI memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2016 akan tumbuh 5 persen. Pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan terakselerasi ke 5,0-5,4 persen.

Perekonomian domestik yang lentur dan masih memiliki banyak potensi membuat Indonesia tetap bisa mencatat pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain, bahkan salah satu yang terbaik di dunia.

Lenturnya perekonomian nasional dalam merespons perlambatan ekonomi global setidaknya didorong dua aspek yakni konsistensi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan "countercyclical" yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia. Buah konsistensi dalam menjaga stabilitas ekonomi tercermin pada inflasi yang rendah dan stabil, nilai tukar rupiah yang terkendali, defisit transaksi berjalan dan defisit APBN 2016 yang berada dalam kondisi yang sehat, serta ketahanan perbankan dan sistem keuangan yang kuat.

Adapun kebijakan "countercyclical" tercermin dari stimulus fiskal yang besar melalui belanja infrastruktur serta deregulasi dan debirokratisasi pemerintah melalui berbagai paket kebijakan. Pelonggaran kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam setahun ini seperti menurunkan suku bunga kebijakan hingga 150 bps dan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 150 bps juga turut mendorong perbaikan permintaan domestik.

Suku bunga acuan, yakni BI 7-day Reverse Repo Rate saat ini berada pada level terendah yakni 4,75 persen. Stabilitas ekonomi yang terjaga dan risiko ekonomi yang terkendali diharapkan akan memberikan keleluasaan gerak bagi pelaku ekonomi untuk mengembangkan usahanya.

Yang perlu dilakukan untuk menjaga kelenturan ekonomi Indonesi adalah mengoptimalkan berbagai potensi domestik yang ada untuk memperkuat fundamental ekonomi sekaligus meningkatkan resiliensi (daya tahan) perekonomian nasional.


Tiga potensi ekonomi

BI menilai setidaknya ada tiga potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan untuk menopang ketahanan ekonomi Indonesia. Pertama, kepercayaan dan keyakinan yang tinggi saat ini dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah dan pemangku kebijakan.

Kedua, munculnya sumber pembiayaan ekonomi yang cukup besar dari Program Amnesti Pajak. Ketiga, teknologi digital yang berkembang pesat di Indonesia.

Ketiga, potensi yang menonjol pada tahun 2016 tersebut, bila diberdayakan dengan efektif dan optimal, tentu akan semakin memperkuat dan menggandakan manfaat dari potensi sumber daya domestik yang sebelumnya sudah ada, yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam. Potensi-potensi tersebut, menurut BI harus diarahkan untuk mengurangi kesenjangan pendapatan dan memperluas daya serap tenaga kerja.

Selain tiga potensi tersebut, sebenarnya masih banyak potensi lain yang sudah sejak lama terindentifikasi namun belum optimal dimanfaatkan hingga kini. Salah satunya adalah sektor maritim. Saat ini, kontribusi sektor maritim non-migas terhadap perekonomian Indonesia masih sangat kecil padahal Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Transaksi berjalan yang beberapa tahun ini mengalami defisit juga disumbang oleh defisit neraca jasa, khususnya berasal dari jasa transportasi laut. Menurut BI, ada dua cara untuk mengoptimalkan potensi maritim yakni membangun infrastruktur pelabuhan dan mengembangkan industri perkapalan dalam negeri.

Untuk mendukung pemanfaatan potensi sekaligus memperkuat daya lentur perekonomian nasional, sesuai kewenangannya, BI akan mengoptimalkan tiga pilar kebijakan utama yakni kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah.

Kebijakan moneter tetap difokuskan pada upaya memelihara stabilitas makroekonomi yang sudah tercipta. Fokus kebijakan moneter ini akan disinergikan dengan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah akan tetap ditujukan untuk meningkatkan efisiensi perekonomian serta mendukung berjalannya transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial dengan baik.

Terkait hal itu, secara teknis BI akan mengeluarkan sejumlah aturan. Salah satunya BI mulai memperkenalkan sistem Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging pada tahun 2017. Berbeda dengan sistem GWM yang saat ini berlaku, sistem GWM Averaging hanya mewajibkan bank untuk memelihara rata-rata kecukupan GWM dalam satu maintenance period. Dengan kelonggaran itu diharapkan transaksi antar bank akan semakin aktif, gejolak suku bunga dapat lebih terkendali, dan transmisi kebijakan moneter semakin kuat.

BI juga akan memperkuat dan memperluas cakupan surveilans makroprudensial terhadap rumah tangga, korporasi dan grup korporasi non-keuangan. Hasil asesmen BI menunjukkan pelemahan kinerja korporasi nonkeuangan dapat menimbulkan potensi risiko terhadap sistem keuangan, khususnya perbankan.

Pada akhir Desember 2016, BI akan meluncurkan cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Program difokuskan untuk penguatan sektor keuangan sosial syariah (islamic social finance) dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Terkait UMKM, BI melaksanakan kebijakan pengembangan UMKM melalui dua pendekatan utama, yaitu mendorong peran intermediasi perbankan kepada UMKM dan peningkatan kapasitas ekonomi UMKM.

Hal itu dilakukan karena dukungan pembiayaan kepada UMKM di Indonesia hanya mencapai 7,2 persen dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, Korea dan Kamboja.

Di bidang sistem pembayaran, BI akan mengakselerasi National Payment Gateway (NPG) dan mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk melakukan pemrosesan transaksi keuangan di domestik, menempatkan data di domestik, menyimpan dana di perbankan nasional, menggunakan central bank money, dan mematuhi kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Indonesia.

Dengan sinergi BI dan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi, pondasi perekonomian domestik ke depan akan lebih kuat dan lentur untuk mendorong pertumbuhan yang berkesinambungan.

Dalam jangka pendek, saat perekonomian global belum pulih, dampaknya memang belum signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, ketika perekonomian global kembali pulih, perekonomian Indonesia niscaya akan tumbuh lebih cepat.

Pada tahun 2017, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,0-5,4 persen. Dengan resiliensi yang lebih kuat, perekonomian di tahun 2017 dinilai akan menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kokoh. Dengan landasan tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode 2018-2021 akan mencapai kisaran 5,9-6,3 persen, dengan ditopang inflasi yang rendah.

(A039/M026)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Upaya mempertahankan Pulau Pasaran sebagai sentra ikan teri

Upaya mempertahankan Pulau Pasaran sebagai sentra ikan teri
ikan teri (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Bandarlampung (ANTARA News) - Produksi ikan teri di Pulau Pasaran,Lampung pada 2016 sebenarnya lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, namun aktivitas pembuatan ikan asin di pulau kecil itu bisa tetap berlangsung setiap bulannya meski volumenya sedikit.

Sejumlah perajin dan nelayan di pulau berpenduduk sekitar 240 KK itu menyebutkan salah satu penyebab produksi ikan asin bisa berlangsung karena mulai berkurangnya perahu cantrang dan payang yang beroperasi di perairan Teluk Lampung sehingga pasokan teri segar tetap ada.

Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang per 31 Desember 2016 ini diyakini akan mendongkrak volume produksi ikan teri asin, meski faktor alam sebenarnya yang paling menentukannya.

Sejak Juni hingga Desember 2016, produksi ikan teri asin Pulau Pasaran cenderung turun, sehingga harga komoditas itu naik. Salah satu agen ikan teri asin Pulau Pasaran, Waskarah, menyebutkan penurunan produksi ikan teri bukan hanya di Lampung saja, tetapi juga di daerah lainnya di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Jawa.

Karena terbatasnya stok ikan teri asin, maka harganya pun melambung. Jika harga ikan teri asin sebelumnya berkisar Rp60.000- Rp65.000/kg, maka harganya pada pertengahan Desember 2016 sudah mencapai Rp90.000- Rp100.000/kg.

Harga ikan asin itu tentu akan makin mahal lagi setelah dibawa keluar Pulau Pasaran, seperti ke Medan dan Jawa.

Faktor alam sebenarnya penyebab penurunan produksi ikan teri asin, meski faktor lainnya juga berperan, seperti pencemaran dan ulah nelayan yang menangkap ikan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan.

Pulau Pasaran awalnya dipenuhi pohon kelapa di tahun 1960-an dan penduduknya pun hanya beberapa keluarga, dan luasnya hanya sekitar dua hektare. Namun kini pulau seluas sekitar delapan ha dan disesaki rumah-rumah pengrajin ikan asin, sementara pantai pesisirnya dipenuhi kapal-kapal nelayan dan keramba.

Aktivitas penduduk Pulau Pasaran setiap harinya selalu berkaitan dengan produksi ikan asin, kecuali jika berhenti berproduksi maka mereka bekerja serabutan, seperti buruh dan awak angkutan umum.

Dalam sehari, para pengrajin mampu memproduksi ikan teri asin berkisar 20-30 ton yang umumnya dipasarkan ke Jabotabek, Bandung, dan daerah lainnya di Sumatera, seperti Medan, Sumut. Jika produksi anjlok, Pulau Pasaran hanya mampu menghasilkan sekitar satu-dua ton ikan teri dalam sehari.

Peminat ikan teri Pulau Pasaran cenderung makin banyak meski pasar dalam negeri juga kerap dibanjiri dengan teri impor asal Thailand dan Malaysia.

Ikan teri tetap menjadi primadona bagi nelayan dan pengrajin karena harganya relatif cukup mahal sehingga penduduk Pulau Pasaran makin serius menggeluti usaha produksi ikan asin tersebut.

Untuk menjaga mutunya, para perajin saling mengawasi agar tidak ada yang menggunakan pengawet, seperti formalin, karena mereka sekitar 10 tahun sudah merasakan dampak penggunaan bahan berbahaya itu, yakni produk ikan teri mereka ditolak di mana-mana. Kejadian itu menjadi pembelajaran bagi para pengrajin sehingga menjauhi penggunaan bahan berbahaya itu dalam proses produksi ikan teri asin mereka.

Kini, ikan teri asin Pulau Pasaran saat dikonsumsi umumnya berasa gurih, dan renyah atau tidak alot. Namun, jika ikan teri asin dikonsumsi terasa alot apakah disebabkan penggunaan pengawet?

Menurut pengrajin ikan asin Waskarah, jika pembuatan ikan asin kurang garam atau penjemurannya terlalu kering, ikan akan terasa alot saat dimakan.


Dukungan pemerintah

Para perajin dan nelayan menyebutkan pemerintah pusat dan daerah sebenarnya telah memberikan banyak dukungan kepada mereka agar Pulau Pasaran bisa tetap bertahan sebagai sentra penghasil ikan asin.

Meski demikian, mereka juga mengingatkan bahwa produksi ikan teri asin tergantung pada pasokan bahan bakunya, yakni ikan teri segar yang ditangkap di bagan-bagan di perairan Teluk Lampung, mulai dari kawasan Ketapang hingga Legundi dan perairan Gunung Anak Krakatau.

Pelarangan penggunaan cantrang dinilai sebagai salah satu bentuk dukungan untuk keberlangsungan produk ikan asin, meski kebijakan itu juga berdampak besar terhadap usara keramba ikan kakap, bawal dan kerapu yang juga bertaburan di Teluk Lampung.

Menurut Waskarah, pelarangan cantrang akan menguntungkan secara jangka panjang, termasuk bagi usaha keramba ikan, karena kondisi habitat ikan menjadi lebih baik.

Sehubungan itu, pemerintah diharapkan konsisten memberlakukan larangan penggunaan cantrang mulai 31 Desember 2016, karena manfaatnya sudah dirasakan para perajin ikan asin, yakni mereka bisa berproduksi setiap bulan meski volumenya sedikit.

Dukungan lain yang dirasakan para nelayan dan perajin adalah penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipinjam dari perbankan, untuk mengembangkan usaha mereka.

Waskarah yang memiliki puluhan karyawan itu menyebutkan ia termasuk yang meminjam KUR untuk mengembangkan usahanya. Dalam kondisi cuaca normal, ia dalam sebulan bisa memasok 20-30 ton ikan teri asin ke Jakarta.

Meski sepanjang tahun 2016 dia hanya mampu memasok ikan teri asin sekitar 100 ton atau turun dibandingkan tahun sebelumnya, ia menyebutkan dana KUR itu berperan dalam pengembangan usahanya. Apalagi proses peminjaman dana KUR itu tidak terlalu rumit, bunganya lebih rendah dibandingkan bunga pinjaman lainnya.

Perajin ikan teri lainnya, Sarnoto, juga menyebutkan ia telah menggunakan dana KUR untuk pengembangan usahanya, meski harus menggunakan agunan.

Ia menyebutkan dana KUR sangat menolong para perajin dalam mengembangkan usaha pembuatan ikan asin, karena butuh modal yang cukup besar untuk bisa bertahan menekuni pembuatan ikan asin. Dalam sehari dibutuhkan biaya berkisar Rp10 juta - Rp20 juta per kapal untuk sekali melaut, yakni untuk biaya bahan bakar, gaji awak kapal, dan biaya membeli ikan segar.

Dukungan lainnya yang dirasakan perajin adalah akses internet yang sudah menjangkau Pulau Pasaran. Dengan demikian, mereka sudah mulai belajar industri perikanan, seperti pemasaran online.

Sehubungan itu, peran semua pihak, terutama perajin dan pemerintah daerah, diperlukan untuk mempertahankan keberlangsungan Pulau Pasaran sebagai sentra produksi ikan asin di Provinsi Lampung.

(H009/A011)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016